Paket Wisata Bogor Baduy Luar Banten

Paket Wisata Bogor Baduy Luar Banten  detail paket 1 hari Avanza Rp 1.000.000 (include makan supir, bensin, belum termasuk parkir dan tol) kapasitas 6 orang full day

Wisata Bogor Baduy Luar Banten

Provinsi Banten familiar dengan banyaknya objek wisata. Mulai dari wisata alam sampai wisata religi terdapat di provinsi ini. Berbicara mengenai kekayaan budaya, provinsi ini juga tidak kalah kekayaan budayanya. Mungkin kamu sering mendengar suku Baduy. Sebuah suku yang hidup di terpencil Banten. Suku Baduy adalah suku yang hidup secara terisolir dari dunia luar. Mereka hidup secara simpel dan menyatu dengan alam. Alam yang masih alami dan kebiasaan yang ditawarkan oleh dusun suku Baduy menjadi pesona wisata tersendiri untuk daerah ini.

Kampung wisata suku Baduy terletak di desa Cibeo kabupaten Lebak. Sekitar 40 Km dari Rangkasbitung. Wisata dusun suku Baduy adalah wisata alam sekaligus wisata budaya. Dimana kamu dapat merasakan alamnya yang masih asri serta mengenal lebih jauh kebiasaan suku Baduy yang tampak masih tradisional sekali.

Suku Baduy sendiri terdiri dari 2 macam. Yaitu suku Baduy luar dan suku Baduy dalam. Secara penampilan, suku Baduy dalam menggunakan baju dan ikat kepala serba putih. Sedangkan suku Baduy luar menggunakan pakaian hitam dan ikat kepala berwarna biru. Indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya alam dan budaya. Berbagai macam suku dan kebiasaan serta dengan kekayaan alamnya hidup bersebelahan di Indonesia. Tak jarang kekayaan kebiasaan dan alam di suatu wilayah menjadi pesona tersendiri untuk para wisatawan guna mengunjunginya.

Provinsi Banten familiar dengan banyaknya objek wisata. Mulai dari wisata alam sampai wisata religi terdapat di provinsi ini. Berbicara mengenai kekayaan budaya, provinsi ini juga tidak kalah kekayaan budayanya. Mungkin kamu sering mendengar suku Baduy. Sebuah suku yang hidup di terpencil Banten. Suku Baduy adalah suku yang hidup secara terisolir dari dunia luar. Mereka hidup secara simpel dan menyatu dengan alam. Alam yang masih alami dan kebiasaan yang ditawarkan oleh dusun suku Baduy menjadi pesona wisata tersendiri untuk daerah ini.

Kampung wisata suku Baduy terletak di desa Cibeo kabupaten Lebak. Sekitar 40 Km dari Rangkasbitung. Wisata dusun suku Baduy adalah wisata alam sekaligus wisata budaya. Dimana kamu dapat merasakan alamnya yang masih asri serta mengenal lebih jauh kebiasaan suku Baduy yang tampak masih tradisional sekali.

Suku Baduy sendiri terdiri dari 2 macam. Yaitu suku Baduy luar dan suku Baduy dalam. Secara penampilan, suku Baduy dalam menggunakan baju dan ikat kepala serba putih. Sedangkan suku Baduy luar menggunakan pakaian hitam dan ikat kepala berwarna biru. Hingga ketika ini masyarakat Baduy dalam masih memegang powerful konsep pikukuh (aturan adat yang isi terpentingnya tentang keapaadaan) secara mutlak dalam kesehariannya sehingga tidak sedikit pantangan yang masih paling ketat diberlakukan. Hal ini bertolak belakang dengan teknik hidup masyarakat Baduy luar yang secara garis besar sudah tidak banyak terkontaminasi kebiasaan modern.

Wisata  Paket Wisata Bogor Kawah Gunung Salak

Dilihat dari jumlah penduduknya, masyarakat baduy luar atau urang penamping memiliki kumpulan besar berjumlah ribuan orang yang menduduki puluhan dusun di bagian unsur utara Kanekes seperti wilayah kaduketuk, cikaju, gajeboh, kadukolot, Cisagu, dsb. Sementara di bagian unsur selatan yang terletak di terpencil hutan ditempati masyarakat Baduy dalam atau urang Dangka yang melulu berpenduduk ratusan jiwa serta tersebar di tiga daerah, yakni kampong Cibeo, Cikeusik, dan Cikartawana.

Perbedaan Suku Baduy Dalam dan Luar

Mengenal Suku Baduy Dalam dan Luar bisa tercirikan dari perbedaan yang lumayan kentara, terutama tentang pantangan yang ditaati masyarakatnya. Dilihat dari penampilan, masyarakat Baduy luar memakai pakaian serba hitam atau biru donker untuk mengaku bahwa mereka bukan lagi suci. Sementara masyarakat Baduy dalam relatif memakai pakaian yang didominasi warna putih, walau kadang ditambahkan ikat kepala hitam. Masyarakat baduy luar pun mengenali teknologi berupa alat-alat elektronik, walaupun cocok pantangan adat yang berlaku mereka sama sekali tidak mempergunakannya, dan bahkan menampik pemakai an listrik.

Hingga ketika ini masyarakat Baduy tidak mempergunakan transportasi apapun dan melulu berjalan kaki guna berpergian, mereka pun memilih tidak memakai alas kaki, tidak bepergian lebih dari 7 hari ke luar Baduy, membina segala keperluan seperti rumah, jembatan, dsb, dengan pertolongan alam, memanfaatkan alam, dan guna alam, serta memenuhi keperluan sandang, pangan, dan papannya sendiri dengan menenun atau bercocok tanam. Oleh sebab itu, mengenal Suku Baduy Dalam dan Luar tidak saja sekadar memberi wawasan urgen mengenai kebiasaan murni yang masih hidup di nusantara, tapi pun mengajarkan arti kehidupan soal keselarasan hidup melewati nilai kebiasaan yang diterapkan oleh masyarakatnya.

Wisata Kampung Suku Baduy Banten. Indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya alam dan budaya. Berbagai macam suku dan kebiasaan serta dengan kekayaan alamnya hidup bersebelahan di Indonesia. Tak jarang kekayaan kebiasaan dan alam di suatu wilayah menjadi pesona tersendiri untuk para wisatawan guna mengunjunginya. Provinsi Banten familiar dengan banyaknya objek wisata. Mulai dari wisata alam sampai wisata religi terdapat di provinsi ini. Berbicara mengenai kekayaan budaya, provinsi ini juga tidak kalah kekayaan budayanya. Mungkin kamu sering mendengar suku Baduy. Sebuah suku yang hidup di terpencil Banten. Suku Baduy adalah suku yang hidup secara terisolir dari dunia luar. Mereka hidup secara simpel dan menyatu dengan alam. Alam yang masih alami dan kebiasaan yang ditawarkan oleh dusun suku Baduy menjadi pesona wisata tersendiri untuk daerah ini. Kampung Wisata Suku Baduy terletak di Desa Cibeo Kabupaten Lebak. Sekitar 40 Km dari Rangkasbitung.

Wisata  Paket Wisata Bogor Taman Bunga Situs Gunung Padang

Asal-usul kata suku ini, yakni Baduy, sebetulnya berasal dari kata Badawi atau Bedoin yang diserahkan oleh seorang peneliti Belanda. Namun, sebab aksen penduduk setempat, kata itu pada kesudahannya bergeser menjadi kata Baduy. Untuk menjangkau ke Kampung Baduy yang terletak selama 40 km dari Rangkas Bitung, Banten, kalian disarankan untuk menaiki bus atau kereta api saja dan berhenti di Kabupaten Rangkas Bitung. Dari sana, kalian dapat melanjutkan perjalanan mengarah ke Ciboleger, yang adalah pintu masuk untuk mengarah ke Kampung Baduy.

Dengan total warga 5000-8000 orang, suku Baduy ini masih terisolasi dari dunia luar. Mereka masih memegang teguh adat istiadat dan aturan dari nenek moyang. Suku ini di untuk menjadi dua, yakni suku Baduy dalam dan suku Baduy luar. Secara penampilan, suku Baduy dalam menggunakan baju dan ikat kepala serba putih. Sedangkan suku Baduy luar menggunakan pakaian hitam dan ikat kepala berwarna biru. Secara budaya, suku Baduy dalam lebih teguh memegang adat istiadat suku mereka, sementara suku Baduy luar telah mulai terpengaruh dengan kebiasaan dari luar. Persamaan dari keduanya, mereka pantang untuk memakai alas kaki, teknologi canggih dan transportasi modern.

Luas yang mencapai tidak cukup lebih 5000 hektar, distrik suku baduy ini memiilki 56 dusun dan terbagi menjadi 2 unsur besar, yakni Baduy dalam yang terdiri dari 3 dusun dan Baduy luar yang terdiri dari 53 kampung. Pada distrik Baduy dalam, kalian telah tidak lagi diizinkan untuk memungut foto. Di sini sangat disarankan untuk memakai jasa pembimbing wisata. Karena pada perkampungan Baduy ada adat istiadat dan pantangan yang me sti dipatuhi oleh seluruh yang sedang di dalamnya tergolong pengunjung.

Perjalanan akan dibuka dengan menyaksikan rumah-rumah dari suku Baduy unsur luar yang masih tercipta dari jerami, bila beruntung kamu dapat berfoto bareng mereka. Lanjut berlangsung lagi kamu akan mendatangi jalur yang tidak banyak berbatu dan naik turun. Anda pun akan melewati tidak sedikit sungai kecil dan lumbung kepunyaan suku Baduy. Rumah lokasi tinggal di perkampungan Baduy masih tercipta dari bambu dan ijuk serta semuanya menghadap ke arah yang sama. Sebelum masuk ke perkampungan Baduy Dalam kamu akan melalui sebuah jembatan kayu yang tidak terlampau lebar. Jembatan bambu berikut yang mengasingkan antara baduy luar dan baduy dalam.

Wisata  Paket Wisata Bogor Jembatan Situ Gunung Gantung Sukabumi

Wilayah Kampung Baduy dalam terasa lebih sepi dan tidak sedikit jalan setapak yang naik turun. Di distrik ini kalian bakal disuguhkan pemandangan estetis dari perbukitan yang masih hijau terjaga. Suku Baduy memang terkenal paling dekat dengan alam, mereka selalu mengawal alam yang mereka tempati. Tak heran dusun yang terdapat di sini masih terawat dan bersih.

Pada akhir perjalanan, kalian bisa menginap di salah satu lokasi tinggal suku Baduy ini. Di sinilah ketika yang seringkali paling ditunggu-tunggu. Tanpa listrik, tanpa gadget, dan tanpa kamar mandi pastinya menjadi kendala seru untuk setiap wisatawan. Kalian me sti mengarah ke ke sungai terlebih dahulu guna mandi atau buang air. Disini kamu tidak diperkenankan untuk memakai teknologi modern pun tidak boleh memakai bahan-bahan kimia untuk mencuci diri. Anda bakal benar-benar hidup menyatu dengan alam.

Wisata ke Kampung Suku Baduy ini sangat sesuai untuk kamu yang mengharapkan wisata alam dan kebiasaan suku pedalaman tetapi mengeluarkan ongkos yang murah dan jarak yang relatif dekat.

Pantangan Baduy Luar dan Dalam

Mengenal suku Baduy dalam dan luar bisa tercirikan dari perbedaan yang lumayan kentara, terutama tentang pantangan yang ditaati masyarakatnya. Dilihat dari penampilan, masyarakat Badui luar memakai pakaian serba hitam atau biru dongker untuk mengaku bahwa mereka bukan lagi suci.

Sementara masyarakat Baduy dalam relatif memakai pakaian yang didominasi warna putih, walau kadang ditambahkan ikat kepala hitam. Masyarakat Baduy luar pun mengenal teknologi berupa alat-alat elektronik, walaupun cocok pantangan adat yang berlaku mereka sama sekali tidak mempergunakannya, dan bahkan menampik pemakai an listrik.

Hingga ketika ini masyarakat Baduy tidak mempergunakan transportasi apa juga dan melulu berjalan kaki guna bepergian. Mereka pun memilih tidak memakai alas kaki, tidak bepergian lebih dari 7 hari ke luar Baduy, membina segala keperluan seperti rumah, jembatan, dan sebagainya dengan pertolongan alam, memanfaatkan alam, dan guna alam, serta memenuhi keperluan sandang, pangan, dan papannya sendiri dengan menenun atau bercocok tanam.

Mengenal suku Baduy dalam dan luar tidak saja sekadar memberi wawasan urgen mengenai kebiasaan murni yang masih hidup di nusantara, tapi pun mengajarkan arti kehidupan soal keselarasan hidup melewati nilai kebiasaan yang diterapkan oleh masyarakatnya.

Spread the love

Anda mungkin juga suka...

Open chat
Ingin Bertanya?