Paket Wisata Bogor Garut 2D Candi Cangkuang Kampung Naga

Paket Wisata Bogor Garut 2D Candi Cangkuang Kampung Naga detail paket :  Garut 2 hari , hari pertama garut kota candi cangkuang , air panas, hari kedua ke kampung naga / budaya dan kerajinan kulit , Avanza Rp 2.000.000 (include makan supir, bensin, belum termasuk parker dan tol) kapasitas 6 orang full day

Wisata Garut Kota

Tempat wisata di Garut memang tiada duanya. Satu diantara sejumlah kota kesayangan kunjungan wisata ini memang tidak bakal pernah berakhir untuk dijelajahi. Keunikan dari lokasi ini dapat dilihat dari sejumlah sisi. Bila kamu tertarik bakal nuansa alam. Gunung Cikuray dapat jadi solusinya.

Gunung tertinggi di Garut itu bila kamu perhatikan berbentuk kerucut, laksana gambar anak-anak bila diajak menggambar pemandangan. Kemudian, terdapat lagi hewan kambing yang konon adalah jenis kambing lokal terbaik yang terdapat di Indonesia.

Tidak melulu kedua tersebut saja. Potensi wisatanya tidak usah diragukan lagi. Tetapi, untuk kami ada sejumlah tempat yang me sti kamu kunjungi terlebih dahulu. Berikut rekomendasinya guna anda. Jangan lupa guna selalu melemparkan sampah dan menjaga kesucian lingkungan dimanapun kamu berpijak.

Ini dia 11 lokasi wisata di Garut yang dapat anda kunjungi guna menghilangkan lelah dan penat.

1. Berfoto berlatarkan hutan ala Eropa di area hutan mati Papandayan

Kawasan hutan mati menyajikan panorama pohon-pohon kering menghitam tanpa daun. Terkesan suram memang, lagipula saat berkabut. Namun dibalik tersebut semua, Hutan Mati memiliki pesona tersendiri. Banyak orang memilih lokasi ini sebagai latar potret pre-wedding ataupun sekadar foto-foto iseng bareng teman atau keluarga.

Tips mengarah ke Hutan Mati Papandayan: Disarankan memakai masker sebab bau belerang yang paling menyengat. Menuju lokasi ini, sesudah dari pos pencatatan berjalanlah di sisi kawah, jalan terus sampai mneuju Gober Hut. Di Gober Hut, terdapat pos pencatatan lagi, warung dan pun tempat guna beristirahat. Setelah lumayan beristirahat, jalan melewati jalan setapak selama 15 menit mengarah ke Pondok Saladah. Pondok Saladah lokasi yang sering dipakai untuk berkemah, di samping nyaman, pun ada sumber air melimpah. Hutan mati terletak tak jauh dari Pondok Saladah. Cobalah berfoto ketika matahari keluar di Hutan Mati, anda akan bengong dengan hasilnya.

2. Kampung Sampireun, menikmati sensasi “sunda yang sesungguhnya”

Kampung Sampireung terletak di Desa Sukakarya, Samarang – Garut. Kampung ini mengangkat konsep tradisional-modern. Salah satu ciri khasnya Sampireun ialah suguhan adat Sunda yang paling kental. Pertama masuk Sampireun, anda akan langsung disambut asrinya pemandangan dan pun iringan musik tradisional yang dimainkan langsung oleh seniman musik dari Sampireun.

Sampireun menempatkan sejumlah pondok dibeberapa tempat, sejumlah berada tepat di samping danau. Kita dapat menggunakan sampan kecil untuk mengarah ke pondok. Di samping itu, anda juga dapat merasakan sensasi romantis candle light dinner di resto apung mini tengah danau.

3. Bersantai Menikmati Romantisme Talaga Bodas

Sekilas lihat lokasi ini serupa dengan Kawah Putih Ciwidey.

Talaga Bodas yang sedang di Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja ini adalah kawah belerang yang menyusun sebuah telaga besar dengan air berwarna putih.

Disarankan untuk berangjangsana ke lokasi ini di pagi hari ketika kabut tipis masih menyelimuti kawah. Sinar matahari yang menyelinap malu menjebol kabut, diperbanyak indahnya panorama telaga menjadi kombinasi sempurna.

Setelah puas berfoto dan bersantai sejenak, kita dapat melanjutkan perjalanan ke pemandian air panas alami di dekat Talaga Bodas.

4. Dinginkan kepala yang panas sebab rutinitas harian di Curug Orok

Tips kesatu andai ingin berangjangsana ke lokasi ini, tidak boleh datang ketika musim liburan karena seringkali tempat ini paling padat.

Pemandangan di dekat air terjun setinggi tidak cukup lebih gedung bertingkat 8 lantai ini bakal menyejukan mata dan pikiran. Di selama air terjun utama ada air terjun kecil mengalir dari sela-sela tebing yang tertutup perdu, sajian tatanan air terjun ini laksana sebuah taman air terjun. Air mengalir deras, menghempas dari atas ceruk bebatuan dan mengalir mengarah ke sungai. Butiran airnya yang tertiup angin menyegarkan udara di sekitarnya. Pelangi-pelangi kecil samar-samar hadir di atas air.

Jika puas bermain air, bersantailah di saung selama curug sembari menyesap kopi hangat.

5. Suasana layaknya “surga” di Taman Bunga Situhapa

Saat berjalan-jalan ke Kawah Kamojang, sempatkanlah mampir sejenak ke taman bunga ini. Berjalan santai di sini sembari memandang kelompok bunga mawar nan cantik, diperbanyak bonus sejuknya suhu udara lokasi ini, bakal membuatmu sejenak melupakan seluruh masalah yang ada. Akan lebih baik andai membawa kamera saat berangjangsana ke lokasi ini karena barisan bunga-bunga estetis di taman sayang andai tak diabadikan dengan jepretan kamera.

6. Keindahan tersembunyi Pantai Sayang Heulang

Pantai ini sedang di Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Tempat yang sesuai dikunjungi bareng orang terkasih.

Di sini ada batuan dan tebing estetis yang lumayan tinggi. Ombak Pantai Sayang Heulang selama 2-3 meter, sesuai untuk berselancar.

Coba rasakan kesegaran air laut yang disuguhkan Pantai Sayang Heulang. Air lautnya berwana biru kehijauan yang jernih. Salah satu nilai plus dari pantai ini ialah kebersihannya yang lumayan terjaga.

7. Pacu adrenalin dengan melintasi jeram Sungai Cimanuk

Sungai Cimanuk mempunyai pemandangan alam yang menawan dan akan meninggalkan bekas di hati. Sembari memacu adrenalin, anda akan disuguhi rute mengarungi areal hutan bambu, tebing-tebing yang estetis dan hijaunya wilayah pesawahan yang luas.

Sepanjang aliran sungai anda akan berhadapan dengan jeram-jeram cadas dan deras, paling cocok untuk pecinta olahraga ekstrem. Meski demikian, jeram Cimanuk tak riskan dan terbukti tidak sedikit orang yang hendak menjajal jeram yang terdapat disini. Sungai Cimanuk sendiri mempunyai lebar hingga 8 meter dengan kedalaman yang cukup yakni menjangkau 6 meter-an.

8. Rasakan sensasi terbang bebas dengan mengupayakan paragliding di Gunung Haruman

Haruman adalah gunung dengan permukaan puncak yang datar dan pun mempunyai akses jalan yang lumayan mudah. Kontur tanahnya yang keras dengan lahan yang luas, serta berada pada kemiringan yang sangat sesuai untuk dijadikan lokasi olahraga paragliding.

Lahan tanah Gunung Haruman sebenarnya dipunyai oleh masyarakat sekitar sampai-sampai tidak terdapat pengelola eksklusif di lokasi ini. Bagi semua pecinta olahraga paragliding perlu membawa peralatannya masing – masing sebab memang tidak terdapat penyedia alat guna paragliding di sini.

9. Menikmati Kesunyian di Pantai Puncak Guha

Saran kesatu , bawalah makanan/minuman dari rumah sebab sangat jarang ada saudagar di lokasi ini. Kabar baik untuk kamu yang benar-benar melulu ingin merasakan pemandangan pantai dan laut.

Pantai Puncak Guha menawarkan keindahan panorama pantai yang disaksikan dari atas tebing. Di bawah tebing tersebut kamu dapat menyaksikan ratusan kelelawar.

10. Mendaki tangga mengarah ke langit, Curug Sanghyang Taraje

Curug Sanghyang Taraje yang terletak di Kampung Kombongan, Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, ini paling jarang dikunjungi wisatawan.

Puncak air terjun yang mempunyai tinggi selama 90 meter ini terdiri atas dua jalur tumpahan air terjun, urusan ini yang membuatnya pun dijuluki curug kembar.

Air terjun kembar ini dijepit dua bukit yang masih paling rimbun. Air dari curug ini mengalir ke Sungai Cikandang melewati empang air terjun dan sungai berbatu.

Coba cari posisi yang tepat supaya dapat menyaksikan lengkung bianglala tipis yang terbentuk dampak butiran air dari Curug Sanghyang Taraje dan terpaan sinar matahari.

Asal muasal nama Curug Sanghyang Taraje ini karena format curug tersebut serupa tangga atau dalam dalam Bahasa Sunda dinamakan “taraje”. Berdasarkan legenda setempat, Sangkuriang memakai curug ini untuk menjangkau langit dan memungut bintang guna Dayang Sumbi.

11. Duduk di rakit merasakan panorama alam Situ Bagendit

Situ Bagendit Garut terletak di desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi. Kebersihannya masih lumayan terjaga. Tempat ini sesuai dikunjungi bareng keluarga atau orang-orang terdekat. Menaiki sampan keliling danau, bersepeda air, atau sekadar bersantai di tepi telaga sembari menyegarkan mata dan benak dapat anda lakukan di lokasi ini.

Wisata Kampung Naga

Kampung Naga​ ialah perkampungan yang diduduki oleh sekelompok masyarakat di dalamnya. Mereka paling kuat dalam merawat adat istiadatnya laksana adat Sunda. Misalnya pemukiman Badui, Kampung Naga jadi objek kajian dari Antropologi mengenai kehidupan masyarakat pedesaan Sunda di masa pergantian dari pengaruh Hindu ke pengaruh Islam yang terdapat di Jawa Barat​.

Jika kamu berkunjung ke Malang, tentu sudah tidak jarang mendengar dusun warna-warni. Ke lain wilayah pun sekarang pun sudah memiliki pesona tersendiri. Banyak masyarakat dalam lingkup kecil sekarang bersaing menunjukkan kebolehan kampungnya untuk unik para wisatawan. Lalu bagaimana dengan Kampung Naga ?

Kampung Naga ialah perkampungan yang diduduki oleh sekelompok masyarakat di dalamnya. Mereka paling kuat dalam merawat adat istiadatnya laksana adat Sunda. Misalnya pemukiman Badui, Kampung Naga jadi objek kajian dari Antropologi mengenai kehidupan masyarakat pedesaan Sunda di masa pergantian dari pengaruh Hindu ke pengaruh Islam yang terdapat di Jawa Barat.

Fasilitas di Kampung Naga

Meskipun Kampung Naga ialah objek wisata yang populer di Jawa Barat, ketika ini memang tidak terdapat aliran listrik di area wisata. Jika kamu ingin menginap di dusun ini, kamu harus meminta ijin untuk kuncen atau sesepuh dusun jauh – jauh hari sebelum datang menginap dan bersiap dengan kemudahan seadanya. Hal ini paling dekat dengan alam.

Sebagian besar, warga dari Kampung Naga memakai bahasa Sunda. Oleh sebab itu, kamu yang tidak dapat berbahasa Sunda dapat menggunakan jasa pemandu. Di lokasi tidak sedikit sekali pembimbing dengan tarif yang dapat negosiasi. Kampung Naga terdapat di bawah jalan raya, jauh dari keramaian jalan. Jika kamu membawa kendaraan pribadi, kamu tak perlu cemas sebab di pintu gerbang Kampung Naga ada lokasi parkir yang luas dan memasarkan souvenir anyaman khas Tasikmalaya produksi dari warga Kampung Naga dan ada pun warung makan.

Sejarah Kampung Naga

Salah satu versi mengaku sejarah dari Kampung Naga ini berasal dari kewalian Syeh Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal dengan Sunan Gunung Jati. Beliau ialah abdiya mempunyai nama Singaparana yang ditugasi menyebarkan agama Islam ke sebelah Barat. Setelah hingga di wilayah Naglasari, Singaparana oleh masyarakat setempat dinamakan Sembah Dalem Singaparana.

Satu hari beliau mendapat ilapat atau tuntunan yang mengharuskannya bersemedi. Beliau disebutkan harus menempati satu lokasi yang sekarang mempunyai nama Kampung Naga. Nenek moyang Kampung Naga terdapat yang paling dominan dan berperan untuk masyarakat Kmapung Naga yakni Sa Naga. Sa Naga yaitu Eyang Singaparana atau Sembah Dalem Singaparana dan dinamakan lagi Eyang Galunggung. Ini dimakamkan di sebelah Barat Kampung Naga. Makamnya dirasakan keramat dan diziarahi saat adanya upacara adat untuk semua keturunannya.

Namun, mengenai kapan beliau meninggal tidak diketahui secara tentu sebab tidak satu pun bisa mengetahuinya. Menurut keyakinan setempat, nenek moyang tidak meninggal tetapi raib dengan tanpa meninggalkan jasadnya. Dan disinilah masyarakat Kampung Naga memandang nya makam dan diberi tanda atau petunjuk untuk keturunan masyarakat setempat.

Terkenal sejumlah nama semua leluhur berasal dari masyarakat Kampung Naga yang disegani dan dihormati seperti , Pangeran Kudratullah yang dimakamkan di Gadog, Kabupaten Garut, seorang guru yang menguasai pengetahun Agama Islam. Ada pun Raden Kagook Katalayah Nu Lencing Sang Seda Sakti yang dimakamkan di Taraju, Kabupaten Tasikmalaya familiar dengan penguasaan ilmu kekebalan. Ratu Ineng Kudratullah atau tidak jarang disebut Eyang Mudik Barata Karang dan masih ada sejumlah lagi.

Hunting Foto di Kampung Naga

Daya tarik utamanya ialah di kehidupannya yang menarik dari komunitas – komuntas di dusun ini. Kehidupan mereka seringkali dapat berbaur dengan masyarakat canggih dan beragama islam anmun pun masih powerful dalam mengawal adat istiadatnya. Ada upacara adat saat upacara bulan mulud akan dilakukan pedaran atau pembacaan sejarah nenek moyang. Proses ini dibuka dengan mengerjakan mandi di sungai ciwulan, pengunjung me sti pada aturan disana bila hendak mengikutinya.

Bentuk bangunan disini semuanya sama. Baik tersebut masjid, lokasi tinggal atau balai pertemuan dan lumbung padi. Atapnya berasal dari daun rumbia, daun kelapa, injuk sebagai penutup bumbungan. Sementara tersebut untuk pintu bangunannya tercipta dari serat rotan dan seluruh bangunan menghadap Utara atau Selatan. Anda dapat menemukan tumpukan batu yang tersusun apik dan bertata letak bahan yang alami. Ini disebut karakteristik arsitektur dan ornamen – ornamen di dusun setempat.

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Kampung Naga

Untuk berkunjung, kamu tidak perlu menunaikan tiket masuk. Namun, dianjurkan untuk berangjangsana di hari di samping hari selasa, rabu dan sabtu. Ini dikarenan hari – hari itu masyarakat setempat sedang mengerjakan ritual menyepi. Ritual ini usaha menghindari pembicaraan tentang segala sesuatu yang sehubungan dengan adat istiadat dan asal usul atau sejarah kampungnya.

Wisata Candi Cangkuang

Garut memiliki sekian banyak objek wisata yang unik untuk dikunjungi mulai dari wisata alam, air, keluarga sampai sejarah, salah satunya Candi Cangkuang Garut. Tempat ini berdampingan dengan makam kuno yang adalah pemuka agama Islam dan diandalkan sebagai leluhur warga desa setempat yaitu Embah Dalem Arief Muhammad.

Nama candi yang diserahkan berasal dari nama desa dimana candi itu berada. Karena letaknya sedang di daratan yang terdapat di tengah telaga atau situ cangkuang maka guna mencapainya perlu memakai rakit guna menyeberang.

Bagi masyarakat Garut tentu telah tidak asing lagi dengan wisata bersejarah ini, namun untuk kalian yang belum memahami tentang sejarah sampai hal unik apa saja yang terdapat di lokasi ini dapat menyimak sejumlah informasi inilah ini.

Sejarah Singkat Candi Cangkuang Garut

Destinasi wisata sejarah Candi Cangkuang ini ditemukan kesatu kali oleh kesebelasan peneliti Harsoyo dan Uka Tjandrasasmita pada tahun 1966 di bukit Kampung Pulo, Leles. Di samping candi yang berupa arca Syiwa pun ditemukan makam kuno leluhur desa setempat yang lantas diketahui makam Arief Muhammad.

Hampir dijamin candi itu adalah peninggalan agama Hindu selama abad ke 8 M. Tim sejarah dan kepurbakalaan meneliti wilayah tersebut sampai tahun 1968, kemudian pemugaran dilaksanakan pada tahun 1974-1975 dan rekonstruksinya dibuka pada tahun 1976.

Rekontruksi yang dilaksanakan meliputi kerangka badan, atap serta patung Syiwa. Candi yang pada tahun 1978 diresmikan ini berdiri pada lahan segi empat dengan ukuran 4,7 x 4,7 m dan tingginya 30 cm. Sejak saat tersebut tempat ini menjadi di antara objek wisata yang tidak jarang dikunjungi wisatawan dari sekian banyak daerah.

Panorama Candi Cangkuang Garut

Candi cangkuang garut ialah candi Hindu yang kesatu kali ditemukan di Tatar Sunda. Apabila hendak menuju tempat perlu memakai rakit sebab letaknya yang sedang di tengah situ. Sebelum hingga di tempat candi, semua wisatawan bakal disuguhkan panorama situ yang dapat memanjakan mata.

Hamparan pepohonan dan gunung bakal terlihat dari situ cangkuang garut, lagipula disore hari terdapat momen matahari tenggelam atau sunset yang dapat ditonton jika cuacanya mendukung. Keindahan berikut yang tidak jarang diabadikan wisatawan dengan berfoto ketika dipinggiran ataupun ditengah situ memakai rakit kayu.

Setelah melalui situ atau telaga menggunakan getek bambu untuk mengarah ke daratan kecil yang terdapat di tengahnya, wisatawan bakal dibawa mengarah ke bangunan candi. Kemegahan bangunan itu akan tampak dari kejauhan.

Saat hingga di tempat candi, penunjung dapat melihat kemegahannya secara dekat. Walaupun bangunannya tidak sebesar perumahan candi Hindu terbesar di Indonesia yaitu Candi Prambanan tetapi tempat ini mempunyai nilai sejarah yang tidak bakal terlupakan.
Suasana sekitarnya masih lumayan asri sebab dikelilingi pepohonan yang utmbuh rindang, disamping candi pun ada makam leluhur desa setempat. Bagi mengabadikan momen ketika berada disana seringkali para wisatawan memungut fot di area tempat candi dan sekelilingnya

Tips Saat Berwisata ke Garut

Apa yang dapat dilakukan di Garut?

  • Menginap di Kampung Sampireun
  • Berkemah di Gunung Papandayan
  • Mengunjungi Kawah Kamojang
  • Relaksasi di Sumber Air Panas di Danau Bodas atau Cipanas
  • Menikmati pemandangan alam yang luar biasa di Pantai Puncak Guha atau Pantai Santolo
  • Pergi ke Air Terjun Curug Orog
  • Melihat salah satu dari sedikit situs Hindu di Jawa Barat yakni Candi Cangkuang
  • Menjelajahi Danau Bagindit dengan rakit
  • Arung jeram di Sungai Cimanuk.

Makanan apa yang harus dicoba di Garut?

  • Dodol, dorokdok (kerupuk kulit), burayot, chocodot, ladu, ceprus, dan jeruk Garut.

Apa yang harus dibawa ke Garut?

  • Bawalah perlengkapan mendaki jika Anda ingin pergi untuk mendaki (tabir surya, sepatu khusus, dan jaket tebal).

Bagaimana cara bepergian di Garut?

  • Dengan transportasi umum, seperti delman, ojek, dan angkot (mobil kecil)
  • Sewa mobil atau menggunakan kendaraaan pribadi dari kota asal
  • Taksi di Garut

Kapan waktu terbaik untuk pergi ke Garut?

  • Bulan Juni, Agustus atau Desember. Dalam bulan-bulan tersebut, biasanya diadakan kegiatan sosial-budaya tertentu, seperti lomba rakit (pesta cai) dan ketangkasan domba.

Apa yang harus diperhatikan ketika mengunjungi Garut?

  • Sejumlah objek wisata di Garut letaknya berjauhan. Jadi, untuk menghemat biaya dan waktu, lebih baik merencanakan tempat-tempat wisata yang ingin dikunjungi secara berurutan.
Spread the love
Open chat
Ingin Bertanya?