Paket Wisata Bogor Pangandaran 2 hari 1 malam

Paket Wisata Bogor Pangandaran 2 hari 1 malam , Avanza Rp 2.300.000 (include makan supir, bensin, belum termasuk parkir dan tol) kapasitas 6 orang full day

Wisata Bogor Pangandaran

Terkenal dengan pantainya, Pangandaran mempunyai sejuta pesona. Kabupaten yang menjadi dusun halaman dari Menteri Kelautan Dan Perikanan Susi Pudjiastuti tersebut juga mempunyai segudang potensi alam yang mengesankan. Tidak salah andai kemudian tidak sedikit destinasi wisata di Pangandaran yang pantas untuk dikunjungi.

Karena potensi alam yang luar biasa pun yang menciptakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan perhatian eksklusif pada distrik ini, khususnya pesisir pantainya. Mimpi RK, sapaan akrab mantan Walikota Bandung itu, pantai Pangandaran dapat menyerupai pantai eksotik di Hawaii. Wow!

Namun, kabupaten termuda di Jawa Barat ini sudah estetis lahir batin. Alamnya molek, juga dengan atmosfer yang asyik dan nyantai, pas guna menjadi jujukan liburan kamu. Ingin tahu lokasi asyik yang dapat kamu kunjungi, simak 7 tujuan wisata di Pangandaran yang keren, asyik dan eksotik.

1. Pantai Batu Hiu

Tanah Lot-nya Pulau Jawa, itulah sebutan yang diserahkan untuk Pantai Batu Hiu. Tempat wisata alam di Pangandaran ini menyuguhkan panorama pantai berpasir putih kecokelatan dengan ombak besar dan tebing di unsur tepi pantainya. Di tebing ini pun ada bukit hijau yang dapat dimanfaatkan untuk merasakan deburan ombak Pantai Batu Hiu dari atas.

Penamaan Pantai Batu Hiu sendiri ternyata bukan tanpa alasan. Konon di pantai ini terdapat suatu batu raksasa yang bila disaksikan dari atas bukit bentuknya sangat serupa dengan sirip hiu. Pantai Batu Hiu berjarak 14 km dari Pangandaran. Tak terlampau jauh, jadi andai sudah sedang di Pantai Pangandaran tak terdapat salahnya mampir ke tujuan ini.

2. Pantai Keusik Luhur

Keusik berarti pasir dan Luhur berarti tinggi, itulah asal awal nama Pantai Keusik Luhur. Nama ini diserahkan bukan tanpa alasan. Konon eksistensi batu-batu karang besar yang di ambang pantai menciptakan ombak besar dari laut terbelah dengan keras. Akibatnya tidak sedikit pasir yang terangkat sampai ke atas tebing. Maka itulah pantai ini dinamakan dengan Pantai Keusik Luhur atau Pantai Pasir Tinggi.

Di Pantai Keusik Luhur ini wisatawan memang dapat menikmati pemandangan ketika ombak besar yang datang dan terbelah oleh karang raksasa di unsur tepi pantai. Begitu mendebarkan dan lumayan menakutkan, tetapi ada sensasi tersendiri saat cipratan ombak sukses mencapai tubuh kita.

Wisatawan yang datang ke pantai ini wajib mengupayakan sensasi berdiri di atas karang dan menikmati terpaan cipratan ombak. Tapi me sti tetap waspada dan hati-hati, terutama ketika ombak pasang datang.

3. Pantai Karapyak

Pantai Karapyak terletak di Desa Bagolo, Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Dari arah Kota Pangandaran, wisatawan me sti menempuh jarak selama 20 km.

Pantai Karapyak ini dirasakan masih lumayan “perawan” sebab masih jarang ditemui wisatawan. Pantainya masih bersih dan asyik untuk mendinginkan diri. Biasanya anak-anak muda pun memanfaatkan pantai ini guna camping dan hammocking.

Berpasir putih dan mempunyai garis pantai yang landai menciptakan tempat wisata alam di Pangandaran yang satu ini mulai tidak sedikit dilirik oleh wisatawan. Jadi sebelum ramai dan setenar Pantai Pangandaran, segera jadwalkan guna berlibur ke pantai ini.

4. Pantai Karang Nini

Sama laksana pantai lainnya yang mempunyai filosofi penamaan, Pantai Karang Nini pun punya filosofinya sendiri. NAma ini dicantumkan karena konon di pantai ini ada karang yang bentuknya serupa sesosok nenek atau andai dalam bahasa sunda dinamakan nini. Sosok nini ini konon sedang dalam posisi duduk termenung. Benar atau tidaknya kisah ini tetapi Pantai Karang Nini ini memang cantik. Masih sepi pengunjung, bersih dan masih asyik untuk menggali ketenangan.

Pantai Karang Nini ini kerao dijadikan guna loaksi berenang semua wisatawan, walau sebetulnya membahayakan. Jadi usahakan andai berlibur ke Pantai Karang Nini ini lumayan dengan merasakan keindahannya saja.

5. Green Valley Citumang

Green Valley Citumang adalah tempat pemandian yang sedang di tengah hijaunya alam Pangandaran. Di sisi kanan kiri pemandian, wisatawan bakal dimanjakan dengan pemandangan hutan, bebatuan dan tebing yang terukir dengan cantik.

Airnya yang bening berwarna hijau kebiruan dan keadaan yang tenang menciptakan pemandian ini tidak jarang kali jadi lokasi yang pas guna menyepi dan mendinginkan diri sejenak dari pekerjaan.

Di samping berendam atau berenang di pemandian, lokasi wisata alam di Pangandaran ini juga dapat dinikmati dengan teknik tubing. Tubing ialah aktivitas yang serupa dengan arung jeram, tetapi alat yang dipakai berupa pelampung berbentuk donat atau ban.

Wisata  Paket Wisata Bogor Ancol Dufan Seaworld

6. Green Santirah

Bagi penduduk lokal Green Santirah dikenal pun dengan sebutan Sungai Santirah. Salah satu kegiatan atau atraksi wisata yang ditawarkan di Green Santirah ini ialah river tubing. Wisatawan akan disuruh menyusuri Sungai Santirah dengan menaiki suatu pelampung berbentuk bulat ban. Wisatawan bakal didampingi oleh petugas saat mengerjakan permainan air yang menantang ini. Jadi memang tak butuh khawatir lagipula takut guna mencobanya.

Green Santirah terletak tak jauh dari Green Canyon. Atau lebih tepatnya sedang di Dusun Karangmuktielasari, Parigi, Pangandaran. Saat terbaik guna datang ke sini ialah saat musim hujan, karena seringkali debit air bakal lebih melimpah. Petualangan juga akan kian seru dan menantang pastinya.

7. Pepedan Hills

Pepedan Hills adalah salah satu lokasi wisata alam di Pangandaran yang sedang hits di kalangan semua wisatawan. Di Pepedan Hills ini wisatawan dapat menikmati sajian panorama alam dari atas perbukitan Goa Nyiuran. Hijaunya alam dengan rimbun pepohonan bakal menjadi di antara pemandangan yang dapat dinikmati wisatawan.
Pepedan Hills dapat dikatakan sebagai salah satu tujuan wisata yang lengkap. Di sini ada area guna camping, outbond, hiking dan susur sungai. Wisatawan juga dapat berfoto selfie di atas bukit dengan latar pegunungan. Yang lebih asyik lagi di Pepedan Hills ini wisatawan dapat menikmati sajian kuliner khas nasi liwet kampung.Terkenal dengan pantainya, Pangandaran mempunyai sejuta pesona. Kabupaten yang menjadi dusun halaman dari Menteri Kelautan Dan Perikanan Susi Pudjiastuti tersebut juga mempunyai segudang potensi alam yang mengesankan. Tidak salah andai kemudian tidak sedikit destinasi wisata di Pangandaran yang pantas untuk dikunjungi.

Sejarah Pangandaran

Pada tadinya Desa Pananjung Pangandaran ini dimulai dan ditempati oleh semua nelayan dari suku sunda. Penyebab pendatang lebih memilih wilayah Pangandaran guna menjadi lokasi tinggal sebab gelombang laut yang kecil yang mempermudah untuk menggali ikan. Karena di Pantai Pangandaran berikut terdapat suatu daratan yang menjorok ke laut yang kini menjadi cagar alam atau hutan lindung, tanjung berikut yang menghambat atau merintangi gelombang besar guna sampai ke pantai. Di sinilah semua nelayan menjadikan lokasi tersebut guna menyimpan perahu yang dalam bahasa sundanya dinamakan andar .
Setelah sejumlah lama lantas banyaklah yang hadir ke lokasi ini sampai menetapkan bermukim di Pangandaran , kemudian menjadilah suatu perkampungan yang dinamakan atau di beri nama Pangandaran. Pangandaran berasal dari dua buah kata pangan dan daran yang dengan kata lain pangan ialah makanan dan daran ialah pendatang. Jadi Pangandaran dengan kata lain sumber makanan semua pendatang.

Lalu semua sesepuh mula-mula memberi nama Desa Pananjung, sebab menurut keterangan dari para sesepuh mula-mula di samping wilayah itu ada tanjung di wilayah inipun tidak sedikit sekali ada keramat-keramat di sejumlah tempat.
Pananjung dengan kata lain dalam bahasa sunda Pangnanjung-nanjungna ( sangat subur atau sangat makmur)

Pada awalnya Pananjung adalah salah satu pusat kerajaan, sejaman dengan kerajaan Galuh Pangauban yang berpusat di Putrapinggan selama abad XIV M. setelah timbulnya kerajaan Pajajaran di Pakuan Bogor. Nama rajanya ialah Prabu Anggalarang yang di antara versi menuliskan bahwa beliau masih keturunan Prabu Haur Kuning, raja kesatu kerajaan Galuh Pagauban, tetapi sayangnya kerajaan Pananjung ini hancur diserang oleh semua Bajo (Bajak Laut) sebab pihak kerajaan tidak mau menjual hail bumi untuk mereka, sebab pada saat tersebut situasi rakyat sedang dalam suasana paceklik (gagal panen).

Pada tahun 1922 pada jaman penjajahan Belanda oleh Y. Everen (Presiden Priangan) Pananjung dijadikan taman baru, pada saat mencungkil seekor banteng jantan, tiga ekor sapi betina dan sejumlah ekor rusa.

Karena mempunyai keanekaragaman satwa dan jenis – jenis tumbuhan langka, supaya kelangsungan habitatnya bisa terjaga maka pada tahun 1934 Pananjung dijadikan suaka alam dan marga satwa dengan luas 530 Ha. Pada tahun 1961 sesudah ditemukannya Bunga Raflesia padma status pulang menjadi cagar alam.

Dengan bertambahnya hubungan masyarakat akan lokasi rekreasi maka pada tahun 1978 sebagian area tersebut seluas 37, 70 Ha dijadikan Taman Wisata. Pada tahun 1990 dikukuhkan pula area perairan di sekitarnya sebagai cagar alam laut (470,0 Ha) sampai-sampai luas area pelestarian alam seluruhnya menjadi 1000,0 Ha. Perkembangan selanjutnya, menurut SK Menteri Kehutanan No. 104?KPTS-II?1993 pengusahaan wisata TWA Pananjung Pangandaran di berikan dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam untuk Perum Perhutani dalam pemantauan Perum Perhutani Unit III Jawa Barat, Kesatuan Pemangkuan Hutan Ciamis, unsur Kemangkuan Hutan Pangandaran.Pada tadinya Desa Pananjung Pangandaran ini dimulai dan ditempati oleh semua nelayan dari suku sunda. Penyebab pendatang lebih memilih wilayah Pangandaran guna menjadi lokasi tinggal sebab gelombang laut yang kecil yang mempermudah untuk menggali ikan. Karena di Pantai Pangandaran berikut terdapat suatu daratan yang menjorok ke laut yang kini menjadi cagar alam atau hutan lindung, tanjung berikut yang menghambat atau merintangi gelombang besar guna sampai ke pantai. Di sinilah semua nelayan menjadikan lokasi tersebut guna menyimpan perahu yang dalam bahasa sundanya dinamakan andar .
Setelah sejumlah lama lantas banyaklah yang hadir ke lokasi ini sampai menetapkan bermukim di Pangandaran , kemudian menjadilah suatu perkampungan yang dinamakan atau di beri nama Pangandaran. Pangandaran berasal dari dua buah kata pangan dan daran yang dengan kata lain pangan ialah makanan dan daran ialah pendatang. Jadi Pangandaran dengan kata lain sumber makanan semua pendatang.

Wisata  Paket Wisata Bogor Kawah Gunung Salak

Lalu semua sesepuh mula-mula memberi nama Desa Pananjung, sebab menurut keterangan dari para sesepuh mula-mula di samping wilayah itu ada tanjung di wilayah inipun tidak sedikit sekali ada keramat-keramat di sejumlah tempat.
Pananjung dengan kata lain dalam bahasa sunda Pangnanjung-nanjungna ( sangat subur atau sangat makmur)

Pada awalnya Pananjung adalah salah satu pusat kerajaan, sejaman dengan kerajaan Galuh Pangauban yang berpusat di Putrapinggan selama abad XIV M. setelah timbulnya kerajaan Pajajaran di Pakuan Bogor. Nama rajanya ialah Prabu Anggalarang yang di antara versi menuliskan bahwa beliau masih keturunan Prabu Haur Kuning, raja kesatu kerajaan Galuh Pagauban, tetapi sayangnya kerajaan Pananjung ini hancur diserang oleh semua Bajo (Bajak Laut) sebab pihak kerajaan tidak mau menjual hail bumi untuk mereka, sebab pada saat tersebut situasi rakyat sedang dalam suasana paceklik (gagal panen).

Pada tahun 1922 pada jaman penjajahan Belanda oleh Y. Everen (Presiden Priangan) Pananjung dijadikan taman baru, pada saat mencungkil seekor banteng jantan, tiga ekor sapi betina dan sejumlah ekor rusa.

Karena mempunyai keanekaragaman satwa dan jenis – jenis tumbuhan langka, supaya kelangsungan habitatnya bisa terjaga maka pada tahun 1934 Pananjung dijadikan suaka alam dan marga satwa dengan luas 530 Ha. Pada tahun 1961 sesudah ditemukannya Bunga Raflesia padma status pulang menjadi cagar alam.

Dengan bertambahnya hubungan masyarakat akan lokasi rekreasi maka pada tahun 1978 sebagian area tersebut seluas 37, 70 Ha dijadikan Taman Wisata. Pada tahun 1990 dikukuhkan pula area perairan di sekitarnya sebagai cagar alam laut (470,0 Ha) sampai-sampai luas area pelestarian alam seluruhnya menjadi 1000,0 Ha. Perkembangan selanjutnya, menurut SK Menteri Kehutanan No. 104?KPTS-II?1993 pengusahaan wisata TWA Pananjung Pangandaran di berikan dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam untuk Perum Perhutani dalam pemantauan Perum Perhutani Unit III Jawa Barat, Kesatuan Pemangkuan Hutan Ciamis, unsur Kemangkuan Hutan Pangandaran.Pada tadinya Desa Pananjung Pangandaran ini dimulai dan ditempati oleh semua nelayan dari suku sunda. Penyebab pendatang lebih memilih wilayah Pangandaran guna menjadi lokasi tinggal sebab gelombang laut yang kecil yang mempermudah untuk menggali ikan. Karena di Pantai Pangandaran berikut terdapat suatu daratan yang menjorok ke laut yang kini menjadi cagar alam atau hutan lindung, tanjung berikut yang menghambat atau merintangi gelombang besar guna sampai ke pantai. Di sinilah semua nelayan menjadikan lokasi tersebut guna menyimpan perahu yang dalam bahasa sundanya dinamakan andar .
Setelah sejumlah lama lantas banyaklah yang hadir ke lokasi ini sampai menetapkan bermukim di Pangandaran , kemudian menjadilah suatu perkampungan yang dinamakan atau di beri nama Pangandaran. Pangandaran berasal dari dua buah kata pangan dan daran yang dengan kata lain pangan ialah makanan dan daran ialah pendatang. Jadi Pangandaran dengan kata lain sumber makanan semua pendatang.

Lalu semua sesepuh mula-mula memberi nama Desa Pananjung, sebab menurut keterangan dari para sesepuh mula-mula di samping wilayah itu ada tanjung di wilayah inipun tidak sedikit sekali ada keramat-keramat di sejumlah tempat.
Pananjung dengan kata lain dalam bahasa sunda Pangnanjung-nanjungna ( sangat subur atau sangat makmur)

Pada awalnya Pananjung adalah salah satu pusat kerajaan, sejaman dengan kerajaan Galuh Pangauban yang berpusat di Putrapinggan selama abad XIV M. setelah timbulnya kerajaan Pajajaran di Pakuan Bogor. Nama rajanya ialah Prabu Anggalarang yang di antara versi menuliskan bahwa beliau masih keturunan Prabu Haur Kuning, raja kesatu kerajaan Galuh Pagauban, tetapi sayangnya kerajaan Pananjung ini hancur diserang oleh semua Bajo (Bajak Laut) sebab pihak kerajaan tidak mau menjual hail bumi untuk mereka, sebab pada saat tersebut situasi rakyat sedang dalam suasana paceklik (gagal panen).

Wisata  Paket Wisata Bogor Taman Bunga Situs Gunung Padang

Pada tahun 1922 pada jaman penjajahan Belanda oleh Y. Everen (Presiden Priangan) Pananjung dijadikan taman baru, pada saat mencungkil seekor banteng jantan, tiga ekor sapi betina dan sejumlah ekor rusa.

Karena mempunyai keanekaragaman satwa dan jenis – jenis tumbuhan langka, supaya kelangsungan habitatnya bisa terjaga maka pada tahun 1934 Pananjung dijadikan suaka alam dan marga satwa dengan luas 530 Ha. Pada tahun 1961 sesudah ditemukannya Bunga Raflesia padma status pulang menjadi cagar alam.

Dengan bertambahnya hubungan masyarakat akan lokasi rekreasi maka pada tahun 1978 sebagian area tersebut seluas 37, 70 Ha dijadikan Taman Wisata. Pada tahun 1990 dikukuhkan pula area perairan di sekitarnya sebagai cagar alam laut (470,0 Ha) sampai-sampai luas area pelestarian alam seluruhnya menjadi 1000,0 Ha. Perkembangan selanjutnya, menurut SK Menteri Kehutanan No. 104?KPTS-II?1993 pengusahaan wisata TWA Pananjung Pangandaran di berikan dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam untuk Perum Perhutani dalam pemantauan Perum Perhutani Unit III Jawa Barat, Kesatuan Pemangkuan Hutan Ciamis, unsur Kemangkuan Hutan Pangandaran.Pada tadinya Desa Pananjung Pangandaran ini dimulai dan ditempati oleh semua nelayan dari suku sunda. Penyebab pendatang lebih memilih wilayah Pangandaran guna menjadi lokasi tinggal sebab gelombang laut yang kecil yang mempermudah untuk menggali ikan. Karena di Pantai Pangandaran berikut terdapat suatu daratan yang menjorok ke laut yang kini menjadi cagar alam atau hutan lindung, tanjung berikut yang menghambat atau merintangi gelombang besar guna sampai ke pantai. Di sinilah semua nelayan menjadikan lokasi tersebut guna menyimpan perahu yang dalam bahasa sundanya dinamakan andar .
Setelah sejumlah lama lantas banyaklah yang hadir ke lokasi ini sampai menetapkan bermukim di Pangandaran , kemudian menjadilah suatu perkampungan yang dinamakan atau di beri nama Pangandaran. Pangandaran berasal dari dua buah kata pangan dan daran yang dengan kata lain pangan ialah makanan dan daran ialah pendatang. Jadi Pangandaran dengan kata lain sumber makanan semua pendatang.

Lalu semua sesepuh mula-mula memberi nama Desa Pananjung, sebab menurut keterangan dari para sesepuh mula-mula di samping wilayah itu ada tanjung di wilayah inipun tidak sedikit sekali ada keramat-keramat di sejumlah tempat.
Pananjung dengan kata lain dalam bahasa sunda Pangnanjung-nanjungna ( sangat subur atau sangat makmur)

Pada awalnya Pananjung adalah salah satu pusat kerajaan, sejaman dengan kerajaan Galuh Pangauban yang berpusat di Putrapinggan selama abad XIV M. setelah timbulnya kerajaan Pajajaran di Pakuan Bogor. Nama rajanya ialah Prabu Anggalarang yang di antara versi menuliskan bahwa beliau masih keturunan Prabu Haur Kuning, raja kesatu kerajaan Galuh Pagauban, tetapi sayangnya kerajaan Pananjung ini hancur diserang oleh semua Bajo (Bajak Laut) sebab pihak kerajaan tidak mau menjual hail bumi untuk mereka, sebab pada saat tersebut situasi rakyat sedang dalam suasana paceklik (gagal panen).

Pada tahun 1922 pada jaman penjajahan Belanda oleh Y. Everen (Presiden Priangan) Pananjung dijadikan taman baru, pada saat mencungkil seekor banteng jantan, tiga ekor sapi betina dan sejumlah ekor rusa.

Karena mempunyai keanekaragaman satwa dan jenis – jenis tumbuhan langka, supaya kelangsungan habitatnya bisa terjaga maka pada tahun 1934 Pananjung dijadikan suaka alam dan marga satwa dengan luas 530 Ha. Pada tahun 1961 sesudah ditemukannya Bunga Raflesia padma status pulang menjadi cagar alam.

Dengan bertambahnya hubungan masyarakat akan lokasi rekreasi maka pada tahun 1978 sebagian area tersebut seluas 37, 70 Ha dijadikan Taman Wisata. Pada tahun 1990 dikukuhkan pula area perairan di sekitarnya sebagai cagar alam laut (470,0 Ha) sampai-sampai luas area pelestarian alam seluruhnya menjadi 1000,0 Ha. Perkembangan selanjutnya, menurut SK Menteri Kehutanan No. 104?KPTS-II?1993 pengusahaan wisata TWA Pananjung Pangandaran di berikan dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam untuk Perum Perhutani dalam pemantauan Perum Perhutani Unit III Jawa Barat, Kesatuan Pemangkuan Hutan Ciamis, unsur Kemangkuan Hutan Pangandaran.

Spread the love

Anda mungkin juga suka...

Open chat
Ingin Bertanya?